Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain - Bagian 2 - Bab 2

0
Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain
Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain

Dale Carnegie


BAGIAN DUA

ENAM CARA UNTUK MEMBUAT ORANG LAIN MENYUKAI ANDA



BAB DUA

Cara Sederhana Untuk Membuat Kesan Pertama Yang Baik



PADA suatu pesta santap malam di New York, salah satu tamu, seorang wanita yang mendapat warisan uang, dengan bersemangat ingin membuat kesan kepada setiap orang. Dia sudah menghambur-hamburkan harta itu untuk mantel bulu musang, berlian dan mutiara. Tapi dia belum melakukan sesuatu pun pada wajahnya. Wajah itu menampilkan kesuraman dan rasa mementingkan diri sendiri. Dia tidak menyadari apa yang diketahui semua orang: yaitu, bahwa ekspresi yang terpantul dari wajah seseorang adalah jauh lebih penting daripada pakaian yang dikenakannya.

Charles Schwab mengatakan pada saya bahwa senyumnya bernilai sejuta dolar. Dan dia mungkin memang mengatakan yang sebenarnya. Karena kepribadian Schwab, daya tariknya, kemampuannya membuat orang menyukainya, hampir semuanya menjadi penyebab dari suksesnya yang luar biasa; dan salah satu faktor yang sangat menyenangkan dalam kepribadiannya adalah senyumnya yang memikat.

Perbuatan berbicara lebih keras dari pada kata-kata, dan seulas senyuman mempunyai makna, “Saya suka Anda. Anda membuat saya bahagia. Saya senang bertemu dengan Anda.”


Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain

Dale Carnegie


Karena itulah anjing membuat kesan semacam itu. Mereka begitu senang berjumpa dengan kita sehingga sudah sewajarnya kita pun jadi senang berjumpa dengan mereka.

Senyum seorang bayi memiliki pengaruh yang sama.

Pernahkah Anda berada di ruang tunggu dokter dan memandang berkeliling pada wajah-wajah suram yang tidak menyenangkan untuk dilihat? Dr. Stephen K. Sproul, seorang dokter hewan di Raytown, Missouri, menceritakan tentang satu harinya yang biasa, pada saat ruang tunggunya penuh dengan klien yang menunggu binatang kesayangan mereka disuntik. Tak satu pun dari mereka yang berbicara dengan yang lainnya, dan mungkin semuanya sedang berpikir tentang selusin hal yang lebih suka mereka kerjakan daripada “membuang waktu” duduk di kantor itu. Dia menceritakannya pada salah satu dari kursus kami: “Ada enam atau tujuh klien yang sedang menunggu tatkala seorang wanita muda masuk, bersama bayi sembilan bulan dan seekor anak kucing. Kebetulan, wanita itu duduk di sebelah seorang pria setengah baya yang kesal dengan pelayanan yang mengharuskannya menunggu lama. Hal berikutnya yang dia tahu, bayi itu memandangnya dengan senyum yang lebar, senyum khas bayi. Apa yang dilakukan lelaki itu? Tentu saja, persis seperti apa yang Anda dan saya lakukan; dia membalas senyuman si bayi. Segera saja dia mengobrol dengan wanita itu tentang anaknya dan cucu lelaki itu, kemudian serta-merta mereka yang berada di ruang tunggu itu ikut bergabung dengan mereka, kebosanan dan ketegangan berubah menjadi satu pengalaman yang menyenangkan.”

Satu seringai yang tidak tulus? Bukan. Itu tidak bisa menipu siapa pun. Kita tahu kalau senyum seperti itu bersifat mekanis dan kita membencinya. Saya berbicara tentang senyum sejati, senyum


Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain

Dale Carnegie


yang hangat, senyum yang muncul dari dalam, jenis senyuman yang akan membawa harga bagus di pasar.

Profesor James V. McConnell, seorang psikolog Universitas Michigan, mengekspresikan perasaannya mengenai senyuman. “Orang yang tersenyum,” katanya, “Cenderung mampu mengatasi, mengajar dan menjual lebih efektif, dan membesarkan anak-anak yang lebih bahagia. Ada jauh lebih banyak informasi tentang senyuman daripada sebuah kerut di kening. Karena senyum itulah yang mendorong semangat, alat pengajaran yang jauh lebih efektif daripada hukuman.”

Manajer Personalia dari sebuah toserba besar di New York menceritakan pada saya bahwa dia lebih berminat mempekerjakan seorang gadis penjual yang belum menyelesaikan sekolah, tapi

mempunyai senyum yang menyenangkan, daripada mempekerjakan seorang Ph.D yang berwajah muram.

Pengaruh dari sebuah senyuman memang luar biasa – bahkan tatkala senyum itu tidak tampak di depan mata. Beberapa perusahaan telepon di seluruh Amerika mempunyai satu progam yang namanya “kekuatan telepon”, yang ditawarkan kepada para pegawai yang menggunakan telepon untuk menjual pelayanan atau produk-produk mereka. Dalam progam ini, mereka menyarankan supaya Anda tersenyum tatkala berbicara di telepon. Senyum Anda akan terdengar dalam suara Anda.

Robert Cryer, manajer sebuah departemen komputer untuk sebuah perusahaan di Cincinnati, Ohlo, menceritakan bagaimana dia berhasil mendapatkan pelamar yang tepat untuk sebuah posisi yang sulit –diisi:

“Saya hampir putus asa berusaha merekrut seorang Ph.D yang berpengetahuan komputer untuk departemen saya. Namun


Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain

Dale Carnegie


saya akhirnya menemukan seorang pemuda dengan kualifikasi ideal yang baru saja tamat dari Universitas Purdue. Setelah beberapa percakapan melalui telepon, saya tahu bahwa dia juga ternyata mendapat beberapa tawaran dari perusahaan-perusahaan lainnya, banyak dari perusahaan tersebut yang lebih besar dan lebih terkenal dari perusahaan saya. Saya sangat senang begitu mendengar bahwa dia menerima tawaran saya. Setelah dia memulai pekerjaannya, saya tanyakan kepadanya mengapa dia memilih kami bukannya perusahaan lain. Dia berhenti sejenak, kemudian berkata: „Saya kira itu adalah karena para manajer perusahaan-perusahaan lainnya berbicara di telepon dengan suara dingin dan bersikap bisnis, yang membuat saya merasa sama seperti transaksi bisnis lainnya. Suara Anda terdengar seakan-akan Anda senang mendengar saya . . . bahwa Anda benar-benar membutuhkan saya menjadi bagian dari organisasi Anda.‟ Saya bisa meyakinkan Anda, bahwa saya masih menjawab telepon dengan tersenyum.”

Pimpinan dewan direktur dari salah satu perusahaan karet terbesar di Amerika menyampaikan pada saya bahwa, berdasarkan penelitiannya, orang jarang berhasil dalam hal apapun, kecuali mereka mendapatkan kesenangan dalam mengerjakannya. Pemimpin industri ini tidak menaruh banyak keyakinan dalam pepatah lama yang mengatakan bahwa hanya kerja keras yang merupakan kunci ajaib, yang mampu membuka pintu untuk memenuhi keinginan-keinginan kita. “Saya sudah kenal orang-orang,” tambahnya, “yang berhasil karena mereka senang dan menikmati dalam menjalankan bisnis mereka. Belakangan, saya juga melihat orang-orang itu berubah ketika kesenangan menjadi pekerjaan. Lalu bisnis mulai jadi tidak menyenangkan. Mereka kehilangan semua rasa senang di dalamnya dan mereka gagal.”




Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain

Dale Carnegie


Anda harus senang ketika berjumpa dengan orang-orang, kalau Anda mengharapkan mereka senang bertemu dengan Anda.

Saya sudah meminta ribuan orang bisnis untuk tersenyum pada seseorang setiap jamnya hari itu, selama seminggu, kemudian hadir dalam kelas dan menyampaikan hasilnya, kemudian hadir dalam kelas dan menyampaikan hasilnya. Bagaimana hasilnya? Mari kita lihat . . . Inilah surat dari William B. Steindhart, seorang pialang saham New York. Kasusnya tidak berdiri sendiri. Sebenarnya ini merupakan tipikal dari ratusan kasus.

“Saya sudah berumah tangga selama lebih dari delapan belas tahun,” tulis Steindhart, “dan selama waktu itu, saya jarang sekali tersenyum pada istri saya, atau berbicara dua lusin kata padanya, mulai dari saya bangun sampai saya siap berangkat untuk bisnis. Saya adalah salah satu penggerutu terburuk yang pernah berjalan di Broadway.

“Ketika Anda meminta saya untuk berbicara tentang pengalaman saya sendiri dengan senyuman, saya pikir saya akan mencobanya selama seminggu. Maka esok paginya, ketika saya menyisir rambut, saya memandang wajah saya yang muram di cermin, dan berkata pada diri saya, „Bill Anda akan menghapus kesuraman milik Anda ini, hari ini. Anda akan tersenyum. Dan Anda akan memulainya saat ini.‟ Begitu saya duduk bersantap pagi, saya menyapa istri saya dengan “Selamat pagi, saya,‟ dan tersenyum ketika mengucapkannya.

“Anda memperingatkan saya bahwa istri saya mungkin tercengang. Nah, Anda meremehkan reaksinya. Dia . . .

kebingungan. Dia sempat terkejut. Saya sampaikan padanya, bahwa untuk selanjutnya dia bisa mengharapkan sikap ini sebagai peristiwa tetap, dan saya terus melakukannya setiap pagi.



Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain

Dale Carnegie


“Perubahan sikap saya ini membawa lebih banyak kebahagiaan dalam rumah kami, dalam dua bulan sejak saya memulainya, dibandingkan tahun lalu.”

“Begitu saya berangkat ke kantor, saya menyapa operator lift di apartemen kami dengan „Selamat pagi‟ dan seulas senyum. Saya menyapa penjaga pintu dengan senyuman. Saya tersenyum pada kasir yang berada di kios jalan saat saya minta uang kembalian. Ketika saya berdiri di lantai Bursa Saham, saya tersenyum pada orang-orang yang hingga kini belum pernah melihat saya tersenyum.

“Saya segera menjadi tahu bahwa setiap orang akan membalas senyum saya. Saya memperlakukan mereka yang datang pada saya membawa keluhan dan masalah, dengan sikap riang. Saya tersenyum tatkala saya mendengarkan mereka, dan saya jadi tahu bahwa ternyata jalan keluarnya dicapai dengan lebih mudah. Saya menjadi tahu bahwa senyum telah memberi saya dolar, dolar yang banyak setiap hari.

“Saya berbagi kantor dengan seorang pialang lain. Salah satu dari pegawainya adalah seorang anak muda yang menyenangkan, dan saya sangat senang dengan hasil yang saya peroleh dari filsafat saya yang baru dalam hubungan manusia, filsafat ini saya sampaikan padanya baru-baru ini. Kemudian dia mengakui bahwa pada saat pertama kali saya datang untuk berbagi kantor dengan perusahaannya, dia melihat saya sebagai seorang penggerutu yang parah – dan hanya baru-baru ini saja dia mengubah pendapatnya tentang saya. Dia bilang saya benar-benar manusia apabila saya tersenyum.

“Saya juga sudah menghilangkan kritik dari sistem saya. Saya sekarang memberi penghargaan dan pujian, bukannya



Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain

Dale Carnegie


cercaan. Saya sudah berhenti bicara tentang apa yang saya inginkan. Saya sekarang berusaha melihat sudut pandang orang lain. Dan semua itu telah mengubah kehidupan saya secara revolusioner. Saya kini seorang lelaki yang total berbeda, seorang lelaki yang bahagia, lelaki yang lebih kaya, lebih kaya dalam

persahabatan dan kebahagiaan – hal-hal yang sebenarnya membawa banyak kebahagiaan.

Anda tidak ingin tersenyum? Mengapa? Ada dua hal yang harus dilakukan. Pertama, paksa diri Anda untuk tersenyum. Kalau Anda seorang diri, paksa diri Anda untuk bersiul atau mendengarkan sebuah lagu. Bersikap seolah-olah Anda sudah bahagia. Berikut ini cara yang dipaparkan oleh psikolog dan filsuf William James:

“Tindakan tampaknya mengikuti perasaan, padahal sebenarnya tindakan dan perasaan berjalan bersama, dan dengan mengatur tindakan, yang berada di bawah kontrol langsung dari kehendak, kita bisa secara tidak langsung mengatur perasaan kita, yang tidak kita kendalikan langsung.

“Jadi, jalan menuju kebahagiaan, kalau kegembiraan kita hilang, adalah duduk dengan riang, lalu bertindak dan berbicaralah seolah-olah Anda memang bahagia . . .”

Semua orang di dunia ini mencari kebahagiaan – dan ada satu cara pasti untuk menemukannya. Yaitu dengan mengendalikan pikiran-pikiran Anda. Kebahagiaan tidak tergantung pada kondisi-kondisi dari luar. Kebahagiaan tergantung pada kondisi-kondisi dari dalam.

Bukan dari apa yang Anda miliki, atau siapa Anda, atau di mana Anda, atau apa yang sedang Anda kerjakan, yang akan membuat Anda bahagia atau tidak bahagia. Melainkan apa yang


Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain

Dale Carnegie


Anda pikirkan tentang bahagia itu. Misalnya, dua orang mungkin berada di tempat yang sama, mengerjakan hal yang sama; keduanya mungkin mempunyai sejumlah uang yang sama dan kedudukan yang sama – namun salah satunya mungkin merasa sedih dan satunya bahagia. Mengapa? Karena sikap mental yang berbeda. Saya sudah melihat cukup banyak wajah-wajah bahagia diantara para petani yang miskin, bekerja giat dengan peralatan primitif, dalam panas yang terik, sebanyak yang saya lihat di kantor-kantor ber AC di New York, Chicago atau Los Angeles.

“Tidak ada sesuatu pun yang baik atau buruk,” ujar Shakespere, “hanya pikiranlah yang membedakannya.”

Abe Lincoln pernah berkata, “Kebanyakan orang dapat merasa bahagia seperti yang mereka pikirkan.” Dia benar. Saya melihat ilustrasi nyata dari kebenaran itu saya saya sedang berjalan meniki tangga stasiun Kereta Api Long Island di New York. Tepat di depan saya tiga puluh atau empat puluh anak-anak cacat dengan tongkat dan tongkat penopang di ketiak, berusaha menaiki tangga itu. Satu anak lelaki harus digendong. Saya terpana melihat kegembiraan dan keceriaan mereka. Saya menyampaikan hal ini pada salah satu lelaki yang menjaga anak-anak itu. “Oh, ya,” jawabnya, “apabila seorang anak sudah menyadari bahwa dia cacat seumur hidup, mulanya dia akan terpukul sekali; namun setelah dia mengatasi rasa terpukulnya, biasanya dia menyerahkan dirinya pada nasib, kemudian menjadi sama bahagianya seperti anak-anak normal.”

Saya merasa sangat ingin mengangkat topi pada anak-anak itu. Mereka mengajarkan saya satu pelajaran yang saya harap tidak akan pernah saya lupakan.






Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain

Dale Carnegie


Bekerja di kantor seorang diri dalam ruangan tertutup, tidak hanya sepi tetapi juga membuang kesempatan berteman dengan para pegawai lainnya di Meksiko, mempunyai pekerjaan seperti itu. Dia iri akan kebersamaan orang lain dalam perusahaan itu saat dia mendengar obrolan dan tawa mereka. Ketika dia melewati mereka di ruangan pada minggu pertama dia bekerja di situ, dia dengan malu memandang ke arah lain.

Setelah beberapa minggu, dia berkata pada dirinya, “Maria, Anda tidak bisa berharap para wanita itu yang datang menghampiri Anda. Anda yang harus keluar dan menjumpai mereka.” Saat berikutnya dia berjalan menuju alat pendingin air, dia tersenyum manis dan menyapa, “Hai, apa kabar hari ini”, Kepada setiap orang yang dijumpainya. Pengaruhnya segera muncul. Dia menerima kembali senyum-senyum dan sapaan halo, ruangan itu jadi tampak lebih cerah, pekerjaan menjadi lebih ringan. Perkenalan itu berkembang, dan beberapa di antaranya menjadi persahabatan. Pekerjaan dan kehidupannya menjadi lebih menyenangkan dan lebih menarik.

Amati sepotong nasihat ini, dari penulis esai dan penerbit Elbert Hubbard – tapi ingat, hanya mengamatinya tidak akan memberi Anda manfaat apapun, kecuali Anda menerapkannya:

Setiap kali Anda melangkah keluar pintu, tarik dagu Anda ke dalam, angkat kepala tinggi-tinggi, dan penuhi paru-paru Anda; hiruplah sinar mentari; sapa kawan-kawan Anda dengan senyuman, masukkan semangat dalam setiap jabat tangan. Jangan takut disalah mengerti, dan jangan buang waktu semenit pun berpikir tentang musuh-musuh Anda. Usahakan untuk tetapkan dalam pikiran Anda apa yang ingin Anda kerjakan; dan kemudian, tanpa membelokkan arahnya, Anda bergerak maju mencapai apa yang Anda harapkan. Jaga pikiran Anda agar berada pada hal-hal


Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain

Dale Carnegie


yang baik da menyenangkan yang ingin Anda lakukan, kemudian, tatkala hari-hari bergerak melaju, Anda akan mendapatkan diri Anda tanpa sadar menangkap kesempatan-kesempatan yang menunggu pemenuhan hasrat Anda, persis seperti serangga koral mendapatkan dari gelombang pasang unsur yang dia butuhkan. Gambarkan dalam pikiran bahwa Anda manusia yang mampu, bersungguh-sungguh dan berguna, yang menjadi idaman Anda, dan pikiran yang Anda simpan itu setiap jamnya akan mengubah Anda menjadi individu khusus tersebut . . . Pikiran memang luar biasa. Lestarikan sikap mental yang benar – sikap bersemangat, terus terang, dan kegembiraan yang baik. Berpikir benar sama dengan mencipta. Semua hal muncul dari hasrat, dan setiap doa yang tulus akan dijawab. Kita menjadi orang seperti itu apabila hati kita tetap. Angkat dagu Anda dan angkat kepala Anda tinggi-tinggi. Kita adalah penguasa dalam kepompong.

Orang Cina kuna adalah kumpulan orang yang bijaksana – bijaksana dalam cara-cara dunia; dan mereka mempunyai satu pepatah yang Anda dan saya harus mengguntingnya dan menempelkan dalam topi kita. Pepatah itu adalah: “Seseorang tanpa wajah yang tersenyum tidak boleh membuka toko.”

Senyum Anda merupakan sebuah utusan dari niat baik Anda. Senyum Anda membuat cemerlang kehidupan mereka semua yang memandangnya. Bagi seseorang yang telah melihat selusin manusia yang mengerutkan dahi, merengut atau memalingkan wajah mereka, senyum Anda seperti matahari yang membelah awan. Terutama untuk seseorang yang sedang tertekan oleh bosnya, para pelanggannya, gurunya atau orang tua atau anak-anaknya, seulas senyum bisa menolongnya menyadari bahwa semuanya bukan tanpa harapan – bahwa masih ada kegembiraan dalam dunia ini.



Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain

Dale Carnegie


Beberapa tahun yang lalu, sebuah toserba di New York City, yang menyadari bahwa para pegawainya berada dalam tekanan selama kesibukan Natal, menyajikan kepada para pembaca iklan-iklannya filsafat bersahaja berikut ini:

Nilai Sebuah Senyum di Hari Natal



Dia tidak meminta bayaran, namun menciptakan banyak.

Dia memperkaya mereka yang menerimanya, tanpa membuat melarat mereka yang memberinya.

Dia terjadi hanya sekejap namun kenangan tentangnya kadang-kadang bertahan selamanya.

Tak seorang pun yang meskipun begitu kaya mampu bertahan tanpa dia, dan tak seorang pun yang begitu miskin tetapi menjadi lebih kaya karena manfaatnya.

Dia menciptakan kebahagiaan di rumah, mendukung niat baik dalam bisnis, dan merupakan tanda balasan dari kawan-kawan.

Dia memberi istirahat untuk rasa letih, sinar terang untuk rasa putus asa, sinar mentari bagi kesedihan, dan penangkal Alam bagi kesulitan.

Namun dia tidak bisa dibeli, dimohon, dipinjam, atau dicuri, karena dia adalah sesuatu yang tidak berguna sebelum diberikan kepada orang lain.

Dan apabila pada menit terakhir kesibukan Natal di mana sebagian pelayan penjual kami menjadi terlalu lelah untuk



Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain

Dale Carnegie


memberi Anda senyuman, bolehkah kami minta Anda meninggalkan seulas senyuman Anda?

Karena tak seorang pun yang begitu lebih membutuhkan senyuman daripada mereka yang tidak punya lagi yang tersisa untuk diberikan

Prinsip 2

Tersenyumlah.







































Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain - Bagian 2 - Bab 2"

Posting Komentar

Trims Atas Kunjungannya,
Silahkan Tinggalkan Jejak Anda Di Kolom Komentar Berikut Ini.