Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain - Bagian 1 - Bab 2

0
Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain
Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain
Dale Carnegie


BAGIAN SATU

TEKNIK-TEKNIK DASAR DALAM MENANGANI MANUSIA



BAB DUA

Rahasia Besar dalam Berhubungan dengan Manusia



HANYA ada satu cara di bawah surga untuk menggugah siapa pun melakukan apa saja. Apakah Anda pernah berhenti memikirkan hal ini? Ya, hanya satu cara. Dan itu adalah dengan membuat orang lain ingin melakukannya.

Ingat, tidak ada cara lain.

Tentu saja Anda bisa membuat seseorang memberi Anda jamnya dengan menodongkan pistol ke rusuknya. Anda bisa membuat para pegawai Anda mau bekerja sama dengan Anda-sampai punggung Anda berbalik- dengan ancaman memecat mereka. Anda bisa membuat seorang anak melakukan apa yang Anda kehendaki dengan cambukan atau ancaman. Namun metode-metode kejam ini sudah lama sekali tidak bisa diharapkan bereaksi.

Satu-satunya cara yang bisa menggerakkan Anda melakukan apa pun adalah dengan memberi Anda apa yang Anda inginkan.

Apa yang Anda inginkan?

Sigmund Freud berkata bahwa segala yang Anda dan saya kerjakan, berasal dari dua motif: desakan seks dan hasrat untuk menjadi besar.


Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain

Dale Carnegie


John Dewey, salah seorang filsuf Amerika yang paling terkenal, mengungkapkannya dengan cara agak berbeda. Dr. Dewey berkata bahwa desakan yang paling dalam pada sifat dasar manusia adalah “hasrat untuk menjadi penting”. Ingatlah ungkapan itu, “hasrat untuk menjadi penting.” Ini sangat penting. Anda akan mendengar banyak tentang hal tersebut dalam buku ini.

Apa yang Anda inginkan? Tidak banyak, tetapi ada beberapa hal yang benar-benar Anda harapkan, Anda berusaha keras untuk memenuhinya. Beberapa hal yang paling diinginkan oleh manusia adalah termasuk:

1. Kesehatan dan pemeliharaan kehidupan.

2. Makanan.

3. Tidur

4. Uang atau benda-benda yang dapat dibeli dengan uang.

5. Kehidupan di alam baka.

6. Kepuasan seksual

7. Kesejahteraan anak-anak kita.

8. Kebanggaan sebagai orang penting.

Hampir semua keinginan ini biasanya dapat dipuaskan-semuanya kecuali satu. Namun ada satu dambaan-hampir sama dan mutlaknya seperti keinginan untuk makan atau tidur-yang jarang dapat dipuaskan. Ini apa yang disebut Freud “hasrat menjadi besar”. Yang disebut Dewey “hasrat menjadi penting”.

Lincoln pernah memulai satu suratnya dengan mengucapkan, “Setiap orang menyukai pujian.” William James berkata, “Prinsip paling dalam pada sifat dasar manusia adalah kebutuhan untuk dihargai.” James tidak menyebutnya sebagai satu “harapan” atau “hasrat” atau “dambaan” untuk dihargai. Ia mengatakan “kebutuhan” untuk dihargai.



Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain

Dale Carnegie


Ini adalah satu rasa lapar manusia yang tak terperikan dan tak tergoyahkan, dan individu langka yang benar-benar dapat memuaskan kelaparan hati ini akan menggenggam orang dalam telapak tangannya dan “bahkan pengurus pemakaman akan menyesal tatkala ia meninggal.”

Hasrat untuk menjadi penting adalah salah satu perbedaan antara manusia dan binatang. Untuk menggambarkannya: Tatkala saya masih sebagai anak petani di Missouri, ayah saya memelihara babi Duroc-Jersey yang baik dan turunan ternak bermuka-putih. Kami biasa memamerkan babi-babi ternak bermuka-putih kami pada perayaan-perayaan kampung dan pameran-pameran ternak di seluruh Middle West. Kami memenangkan hadiah pertama. Ayah memasang pita birunya pada sehelai muslin putih, dan tatkala kawan-kawan atau para pengunjung berdatangan ke rumah, ia akan mengeluarkan helai kain muslin itu. Ia akan memegang satu ujungnya dan saya akan memegang yang satunya manakala dia memamerkan pita-pita biru itu.

Babi-babi itu tidak peduli tentang pita yang mereka menangkan Namun ayah peduli. Hadiah-hadiah ini memberinya satu rasa penting.

Jika nenek moyang kita tidak mempunyai hasrat besar terhadap perolehan rasa penting ini, peradaban akan menjadi tidak mungkin terjadi. Tanpa hal ini, kita tidak akan ada bedanya dengan binatang.

Hasrat untuk menjadi penting inilah yang telah menggerakkan seorang pelayan untuk mempelajari beberapa buku hukum yang ditemukannya di dasar tong dari barang rumah tangga rampasan yang telah dibelinya dengan harga lima puluh sen. Anda mungkin





Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain

Dale Carnegie


sudah pernah mendengar tentang pelayan toko makanan ini.

Namanya adalah Lincoln.

Hasrat untuk menjadi penting inilah yang telah mengilhami Dickens untuk menulis novel-novelnya yang abadi. Hasrat ini mengilhami Christopher Wren untuk merancang simfoninya di atas batu. Hasrat ini membuat Rockefeller menumpuk jutaan dolar yang tidak pernah ia habiskan! Dan hasrat yang sama ini yang membuat keluarga terkaya di kota Anda membangun rumah yang terlalu besar dari yang dibutuhkan.

Hasrat ini membuat Anda ingin mengenakan pakaian gaya mutakhir, mengendarai mobil terbaru, dan berbicara tentang anak-anak Anda yang brilian.

Hasrat inilah yang menggoda banyak pemuda dan gadis untuk bergabung dalam kelompok-kelompok dan terlibat dalam kegiatan kriminal. Rata-rata kriminal muda, menurut E.P. Mulrooney, seorang bekas komisaris polisi New York, dipenuhi oleh rasa keakuan, dan permintaan pertamanya setelah tertangkap adalah agar koran-koran yang mengerikan untuk menjadikan dirinya pahlawan. Prospek tak menyenangkan menjalani hukum penjara, tampaknya jauh sepanjang ia bisa merenungkan rasa sukanya karena muncul dalam gambar-gambar bersama para figur olahraga, bintang film, dan para politikus.

Jika Anda sampaikan kepada saya bagaimana Anda memperoleh perasaan penting Anda, saya akan katakana siapa Anda. Hal itu menentukan karakter Anda. Itu merupakan hal paling penting tentang diri Anda. Misalnya, John D. Rockefeller memperoleh perasaan pentingnya dengan memberi sumbangan untuk membangun sebuah rumah sakit modern di Peking, Cina, untuk merawat jutaan orang miskin yang belum pernah dilihatnya



Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain

Dale Carnegie


dan tidak akan ditengoknya. Sebaliknya, Dillinger, memperoleh perasaan pentingnya dengan menjadi bandit, perampok bank, dan pembunuh. Tatkala para agen FBI memburuknya, ia memaksa masuk ke sebuah rumah petani di Minnesota dan berkata, “Saya Dillinger!” Ia bangga akan fakta bahwa ia adalah Musuh Masyarakat Nomor Satu. “Saya tidak akan menyakiti kalian, tetapi saya Dillinger!” ujarnya.

Ya, satu perbedaan penting antara Dillinger dan Rockefeller adalah dalam cara bagaimana mereka memperoleh perasaan penting.

Sejarah memberi banyak contoh menarik dari para orang terkenal yang berjuang memperoleh perasaan penting. Bahkan George Washington ingin dipanggil “Yang Mulia, Presiden Amerika”; dan Columbus memohon mendapat titel “Admiral Lautan dan Raja Muda India.” Yang Mulia Catherine menolak untuk membuka surat-surat yang tidak bertuliskan “Yang Mulia”; dan Nyonya Lincoln di Gedung Putih, memandang Nyonya Grant seperti macan betina dan berterak, “Berani sekali kau duduk di depan saya sebelum saya suruh!”

Para miliuner Amerika membantu membiayai ekspedisi Admiral Byrd ke Antartika pada tahun 1928, dengan persetujuan bawah serangkaian gunung es tersebut akan diberi nama mereka; dan Victor Hugo mengharapkan tidak kurang dari kota Paris yang diganti namanya sebagai penghormatan terhadap dirinya. Bahkan Shakespeare, yang terhebat dari yang hebat, berusaha menambahkan kilauan pada namanya dengan mendapatkan lambang untuk keluarganya.

Manusia kadang-kadang menjadi cacat dalam usahanya memperoleh simpati dan perhatian, dan mendapatkan perasaan



Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain

Dale Carnegie


penting. Sebagai contoh, kita lihat Nyonya McKinley. Ia memperoleh perasaan pentingnya dengan cara memaksa suaminya, Presiden Amerika, untuk mengabaikan urusan-urusan penting negara pada saat presiden berbaring di tempat tidur bersamanya, selama berjam-jam, dengan lengan presiden yang terus memeluknya dan membelainya sampai tertidur. Ia memuaskan hasrat memperoleh perhatiannya dengan memaksakan presiden tetap bersamanya tatkala dia sedang berobat ke dokter gigi, dan pernah sekali terjadi keributan besar ketika presiden meninggalkannya sendiri bersama si dokter gigi karena presiden mempunyai janji dengan John Hay, menteri luar negerinya.

Penulis Mary Robert Rinehart pernah menceritakan kepada saya tentang seorang wanita muda yang cerdas dan penuh semangat, tetapi kemudian menjadi cacat dalam usahanya memperoleh perasaan penting. “Suatu hari,” cerita Nyonya Rinehart, “Wanita ini terpana ketika ia menghadapi sesuatu, usianya mungkin. Tahun-tahun yang sepi terbentang di hadapannya dan tinggal tersisa sedikit waktu baginya yang bisa diharapkan.”

“Dia kemudian berbaring saja di tempat tidurnya; dan selama sepuluh tahun, ibunya yang sudah tua berjalan mondar-mandir ke lantai tiga, dengan membawa baki makanan, untuk merawatnya. Kemudian suatu hari, si ibu yang sudah tua, letih dengan pelayanannya, berbaring dan meninggal. Selama berminggu-minggu si cacat yang merana ini baru kemudian bangkit, mengenakan pakaiannya, dan memutuskan untuk hidup lagi.”

Beberapa bukti menyatakan bahwa manusia benar-benar menjadi gila dalam usahanya mendapatkan perasaan penting, ketika merasa diabaikan dalam dunia nyata yang kejam ini. Di Amerika lebih banyak pasien yang menderita karena sakit jiwa


Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain

Dale Carnegie


dibandingkan yang disebabkan penyakit-penyakit fisik lain digabungkan menjadi satu.

Apa penyebab kegilaan?

Tak seorang pun bisa menjawab pertanyaan langsung semacam itu, tetapi kita sudah tahu bahwa beberapa penyakit tertentu, seperti sipilis, menghancurkan sel-sel otak dan mengakibatkan kegilaan. Sebenarnya, sekitar setengah dari penyakit jiwa dapat dikaitkan dengan penyebab-penyebab fisik seperti memar otak, alkohol, toksin, dan cedera. Namun separuh lainnya-dan ini merupakan bagian yang menarik dari kisah ini-separuh lainnya dari manusia yang menjadi gila ini sudah jelas tidak ada hubungannya secara organis dengan sel-sel otak mereka. Dalam beberapa pengujian post-mortem, tatkala jaringan otak mereka diteliti di bawah mikroskop yang sangat handal, jaringan-jaringan ini ternyata ditemukan sama sehatnya dengan milik Anda dan saya.

Jadi, mengapa orang-orang ini menjadi gila?

Saya ajukan pertanyaan itu pada kepala dokter di salah satu rumah sakit jiwa kami yang paling penting. Dokter ini, yang sudah menerima kehormatan tertinggi dan penghargaan paling bergengsi atas pengetahuannya dalam masalah ini, menyampaikan kepada saya dengan terus terang bahwa dia tidak tahu mengapa manusia menjadi gila. Tak seorang pun tahu dengan pasti. Namun ia memang mengatakan bahwa banyak orang yang menjadi gila ini memperoleh perasaan penting dalam kegilaan mereka itu, yang tidak mampu mereka peroleh dalam dunia nyata. Kemudian ia menceritakan kisah ini kepada saya:

“Saya mempunyai seorang pasien saat ini yang kehidupan perkawinannya merupakan tragedi. Ia menginginkan cinta,


Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain

Dale Carnegie


kepuasan seks, anak-anak, dan prestise sosial, tetapi ternyata hidup menghancurkan semua harapannya. Suaminya tidak mencintainya. Ia bahkan menolak makan bersama istrinya dan memaksa istrinya melayani makannya di kamarnya di ruang atas. Ia tidak mempunyai anak, tidak memiliki kedudukan sosial. Lalu wanita ini menjadi gila; dan, dalam imajinasinya, ia menceraikan suaminya dan memakai kembali nama gadisnya. Sekarang ia percaya bahwa ia menikah dengan seorang Aristokrat Inggris, dan ia memaksa untuk dipanggil Lady Smith.

“Dan mengenai anak-anak yang diharapkannya, ia membayangkan jika ia mempunyai seorang anak setiap malam. Setiap kali saya datang ia akan berkata: „Dokter, saya melahirkan tadi malam.”

Hidup menghancurkan semua mimpi-mimpinya dengan kejam dalam dunia nyata; namun dalam kegilaan yang penuh fantasi dan bersinar, semua hasratnya saling berlomba menyatu dalam kanvas bergelombang dengan angin yang meniup tiang-tiang kapalnya.

Tragis? Oh, saya tidak tahu. Dokternya berkata kepada saya: “Jika saya mampu mengulurkan tangan saya dan mengembalikannya dalam dunia nyata, saya tidak akan melakukannya. ia lebih bahagia dalam kegilaannya.”

Jika sebagian orang merasa lapar akan perasaan penting sehingga mereka benar-benar menjadi gila untuk memperolehnya, bayangkan keajaiban apa yang dapat Anda dan saya peroleh dengan memberikan pada mereka penghargaan Anda yang jujur.

Salah satu orang pertama dalam perusahaan Amerika yang diberi gaji lebih dari satu juta dolar setahun (di mana saat itu belum ada pajak pendapatan dan setiap orang yang mendapat lima puluh dolar seminggu dianggap sudah cukup baik), adalah Charles


Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain

Dale Carnegie


Schwab. Ia dipilih oleh Andrew Carnegie untuk menjadi presiden pertama Perusahaan Baja Amerika yang dibangun pada tahun 1921, ketika Schwab masih berusia tiga puluh delapan tahun. (Schwab kemudian meninggalkan Perusahaan Baja Amerika tersebut untuk mengambil alih Perusahaan Baja Bethlehem yang saat itu mengalami kesulitan, dan dia membangunnya kembali menjadi salah satu perusahaan paling menguntungkan di Amerika).

Mengapa Andrew Carnegie membayar sejuta dolar tiap tahun, atau lebih dari tiga ribu dolar sehari, kepada Charles Schwab? Apakah karena Schwab seorang genius? Bukan. Apakah karena ia lebih banyak tahu tentang riset baja dibandingkan orang lain? Bukan juga. Charles Schwab mengatakannya sendiri kepada saya bahwa ia mempunyai banyak orang yang bekerja untuknya dan mereka tahu lebih banyak tentang riset baja daripada dirinya.

Schwab menceritakan bahwa dia dibayar dengan gaji sebesar ini, sebagian besar adalah karena kemampuannya dalam berhubungan dengan manusia. Saya tanyakan kepadanya bagaimana dia melakukan ini. Inilah rahasianya, yang dia sampaikan sendiri dengan kata-katanya - kata-kata yang harus diberi bingkai abadi digantung pada dinding setiap rumah dan sekolah, setiap toko dan kantor di muka bumi – kata-kata yang harus diingat oleh anak-anak daripada mereka harus membuat waktu mengingat konjugasi kata kerja latin atau jumlah curah hujan setiap tahun di Brazilia – kata-kata yang memiliki semua arti dan mengubah hidup Anda dan saya:

“Saya menganggap kemampuan saya dalam membangkitkan antusiasme pada orang lain,” ujar Schwab, “adalah aset paling besar yang saya miliki, dan cara saya mengembangkan hal terbaik dalam diri seseorang adalah dengan menghargai dan mendorong semangatnya.


Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain

Dale Carnegie


“Tidak ada hal lain yang sangat membunuh ambisi seseorang selain kritik dari mereka yang merasa lebih tinggi. Saya tidak pernah mengkritik siapa pun. Saya percaya dengan memberi insentif kepada seseorang di tempat kerja. Jadi, saya suka memberi penghargaan namun segan mencari kesalahan. Kalau saya menyukai sesuatu, saya sepenuh hati dalam penerimaan saya dan royal dalam memberi pujian.”

Itulah yang dilakukan Schwab. Tapi apa yang rata-rata dilakukan orang ? Tepat kebalikannya dari itu. Kalau mereka tidak menyukai sesuatu, mereka menyalahkan bawahan mereka; kalau mereka benar-benar menyukainya, mereka tidak mengatakan apa-apa. Seperti yang disampaikan pepatah lama ini: “Sekali saya mengerjakan hal buruk, saya mendengarnya selamanya. Dua kali saya berbuat baik, saya tidak pernah mendengarnya.”

“Dalam hubungan saya yang luas dengan kehidupan, bertemu dengan banyak orang besar di berbagai dunia,” Schwab menyatakan, “saya belum pernah menemukan seseorang, betapapun hebat atau berpengaruh posisinya, yang mau berusaha lebih keras untuk memberi semangat persetujuan daripada dengan yang akan mereka lakukan pada saat mengkritik.”

Hal itu, jelasnya dengan terus-terang, salah satu alasan utama dari sukses Andrew Carnegie, Carnegie menghargai rekan-rekannya di depan umum maupun secara pribadi.

Carnegie ingin memberi penghargaan kepada para pembantunya bahkan pada batu nisannya. Di batu nisannya dia meminta agar dituliskan begini: “Di sini berbaring seseorang yang tahu cara membuat orang yang lebih pandai dari dirinya mengelilinginya.”





Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain

Dale Carnegie


Penghargaan yang tulus merupakan salah satu rahasia sukses John D. Rockefeller dalam menangani orang-orang. Misalnya, tatkala salah satu dari mitranya, Edward T. Bedford, mengalami kerugian satu juta dolar untuk perusahaan itu karena satu pembelian buruk di Amerika Selatan, John D. bisa saja mengkritik; tapi dia tahu kalau Bedford telah berusaha sebaik mungkin – dan insiden itu ditutup. Kemudian Rockefeller menemukan sesuatu untuk memberi penghargaan padanya; dia memberi selamat pada Bedford karena dia telah mampu menyelamatkan 60 persen uang yang telah diinvestasikannya. “Itu luar biasa,” ujar Rockefeller. “Kita tidak selalu berhasil meningkat demikian baik.”

Saya mempunyai satu kisah di antara kliping-kliping saya, yang saya tahu tidak pernah terjadi, namun kisah ini mencerminkan hal yang sesungguhnya, karena itu saya akan menceritakannya kepada Anda:

Menurut kisah konyol ini, ada seorang wanita petani, di penghujung hari kerja yang sibuk, meletakkan setumpuk jerami di depan para lelaki. Dan ketika mereka tercengang dan bertanya-tanya apakah dia sudah gila, dia menjawab: “Mengapa, bagaimana saya tahu kalian sudah memperhatikan? Saya sudah memasak untuk kalian selama dua puluh tahun sampai kini dan sepanjang waktu itu saya tidak pernah mendengar sepatah kata pun yang memberitahu saya kalau kalian tidak makan jerami.”

Ketika satu studi dibuat beberapa tahun yang lalu mengenai para istri yang melarikan diri, apa yang menurut Anda yang telah didapatkan sebagai alasan utama para istri itu melarikan diri? “Kurangnya penghargaan”. Dan saya akan bertaruh bahwa para suami yang melarikan diri juga memberi hasil yang sama. Kita sering tidak menganggap pasangan kita sehingga kita tidak pernah membiarkan mereka mengetahui kalau kita menghargai mereka.


Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain

Dale Carnegie


Seorang peserta kursus kami menceritakan satu permintaan dari istrinya. Istrinya dan sekelompok wanita lain di gerejanya terlibat dalam satu program peningkatan-diri. Dia meminta suaminya agar membantunya dalam usaha ini, dengan memberi daftar enam hal yang suaminya yakin bisa dia lakukan untuk menjadi istri yang lebih baik. Si suami melaporkan hal ini di depan kelas, “Saya tercengang dengan permintaan semacam itu. Terus terang, mudah sekali bagi saya untuk menuliskan enam hal yang saya ingin di ubah dalam dirinya – ya ampun, daftar itu bisa menjadi seribu hal yang juga dia ingin berubah dalam diri saya – tapi saya tidak melakukannya. Saya katakan kepadanya, „Coba saya pikirkan dulu dan saya akan beri jawabannya besok pagi.‟

“Esok paginya saya bangun pagi-pagi sekali dan menelpon toko bunga. Lalu meminta mereka mengirim enam kuntum mawar merah untuk istri saya, dengan satu catatan mengatakan „Saya tidak bisa memikirkan enam hal yang ingin saya ubah dalam dirimu. I just love the way you are.‟

“Ketika saya sampai di rumah sore itu, siapa menurut Anda yang menyambut saya di depan pintu: Tepat sekali. Istri saya! Dia hampir menangis. Tidak perlu diutarakan, saya sangat bahagia karena saya tidak mengkritiknya seperti yang dia minta.

“Minggu besoknya di gereja, setela istri saya melaporkan hasil tugasnya, beberapa wanita kawan belajarnya mendatangi saya dan berkata, „Itu adalah hal paling mulia yang pernah saya dengar.‟ Saat itulah saya menyadari kekuatan dari suatu penghargaan.”

Florenz Ziegfield, produser paling spektakuler yang pernah membuat Broadway cemerlang, memperoleh reputasinya dengan kemampuannya yang cerdik untuk “menyanjung gadis Amerika.” Dari waktu ke waktu dia mengambil makhluk-makhluk kecil yang



Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain

Dale Carnegie


tidak menarik, di mana tidak ada seorang pun pernah melihatnya dua kali, lalu mengubah mereka di atas panggung menjadi pemandangan-pemandangan glamour yang penuh misteri dan menggoda. Dengan memberi penghargaan dan rasa percaya diri, dia membuat para wanita itu merasa cantik dengan kekuatan dari sikap sopannya dan perhatiannya. Dia seorang yang praktis: dia menaikkan gaji para gadis paduan suara dari tiga puluh dolar seminggu menjadi seratus tujuh puluh lima. Dan dia juga sangat sopan; pada malam pembukaan di Follies, dia mengirim telegram kepada para bintang panggung, dan dia membanjiri setiap gadis dalam paduan suara pada pertunjukan itu dengan mawar-mawar Amerika yang cantik.

Saya pernah kalah dengan mode untuk berpuasa selama enam hari enam malam tanpa makan sesuatu pun. Itu tidak sulit. Saya menjadi semakin tidak lapar pada akhir hari ke enam dibandingkan dengan akhir hari ke dua. Namun saya kenal, seperti juga Anda orang yang berpikir bahwa mereka sebenarnya sudah melakukan kriminal pada saat membiarkan keluarga mereka atau pegawai mereka berpuasa selama enam hari; tetapi mereka akan membiarkannya berlangsung selama enam hari, enam minggu, dan kadang-kadang enam puluh tahun tanpa bersedia memberi penghargaan yang sama mereka butuhkan seperti makanan.

Ketika Alfred Lunt, salah seorang aktor besar pada zamannya, memainkan peran utama dalam Reunion in Vienna, dia berkata, “Tidak ada yang saya inginkan dengan begitu besar selain makanan untuk harga-diri saya.”

Kita memberi makanan untuk tubuh anak-anak kita dan kawan-kawan, juga para pegawai, tapi betapa jarangnya kita memberi makan harga-diri mereka? Kita memberi mereka daging panggang dan kentang untuk mendapat energi, tapi kita lalai


Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain

Dale Carnegie


memberi mereka kata-kata penghargaan, yang akan bergema merdu dalam ingatan mereka selama bertahun-tahun seperti musik yang datang dari bintang-bintang pagi.

Paul Harvey, dalam salah satu siaran radionya, “Kisah yang Tertinggal,” menceritakan bagaimana penghargaan yang tulus mampu mengubah kehidupan seseorang. Dia melaporkan bahwa beberapa tahun yang lalu seorang guru di Detroit meminta Steive Morris untuk membantunya menemukan seekor tikus yang lolos di ruang kelas. Anda tahu, dia menghargai kenyataan bahwa alam telah memberi Steive sesuatu yang tak seorang pun lainnya di dalam kelas memilikinya. Alam telah memberi Steive sepasang telinga yang tajam untuk mengimbangi matanya yang buta. Tapi ini benar-benar pertama kalinya Steive diberikan penghargaan untuk kedua telinganya yang berbakat itu. Kini, bertahun-tahun kemudian, dia berkata bahwa tindakan penghargaan ini adalah awal dari kehidupan barunya. Anda tahu sejak saat itu dia mengembangkan anugerah pendengarannya ini dan berlanjut menjadi, dengan nama panggung Steive Wonder, salah satu dari penyanyi pop dan penulis lagu terbesar di tahun tujuh puluhan.

Beberapa pembaca mungkin saat ini hendak berkata tatkala mereka membaca baris-baris ini: “Oh, Cis! Berlebihan! Saya sudah mencoba cara itu. Tidak berhasil – tidak bisa kalau bukan dengan orang-orang yang cerdas.”

Tentu saja sanjungan berlebihan jarang berhasil terhadap orang-orang yang cerdas. Hal itu bersifat rendah, egois, dan tidak tulus. Seharusnya cara itu gagal dan biasanya memang demikian. Benar, ada beberapa orang yang begitu lapar, begitu haus untuk mendapat penghargaan sehingga mereka akan menelan segalanya, persis seperti seorang yang lapar yang akan makan rumput dan cacing.


Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain

Dale Carnegie


Bahkan Ratu Victoria sangat mengharap sanjungan. Perdana Menteri Benjamin Disraeli mengaku bahwa dia memberi sanjungan berlebihan saat berurusan dengan sang Ratu. Untuk mengemukakan kata-katanya secara tepat, dia mengatakan “sebarkan itu dengan berlebihan.” Tapi Disraeli adalah seorang lelaki paling halus budi bahasanya, terampil dan cerdik yang pernah memerintah Kekaisaran Inggris. Dia adalah orang yang genius dalam kata-kata. Apa yang berhasil baginya tidak perlu berhasil untuk Anda dan saya. Dalam jangka panjang, sanjungan akan memberi Anda kerugian dibandingkan kebaikan. Sanjungan adalah palsu, dan seperti memalsukan uang, hal itu akhirnya akan membawa Anda pada masalah kalau Anda memberinya kepada orang lain.

Beda antara penghargaan dan sanjungan? Sederhana sekali. Yang satu tulus dan yang satunya tidak tulus. Yang satu berasal dari hati; yang lainnya dari gigi. Yang satu tidak mementingkan diri; yang lainnya demi diri sendiri Yang satu dikagumi dunia; yang lainnya dikutuk dunia.

Saya baru-baru ini melihat patung dada pahlawan Meksiko Jenderal Alvaro Obregon di istana Chapultepec di Mexico City. Di bawah patung itu terukir kata-kata bijaksana ini dari filsafat Jenderal Obregon “Jangan takut pada musuh yang menyerah Anda. Takutlah pada kawan-kawan yang menyanjung Anda.”

Tidak! Tidak! Saya tidak akan mengusulkan sanjungan! Jauh dari hal itu. Saya berbicara tentang satu cara hidup baru. Biarkan saya mengulanginya. Saya berbicara tentang satu cara hidup baru.

Raja George V mempunyai serangkaian enam pepatah yang dipajang di dinding ruang studinya di Istana Buckingham. Salah satu dari pepatah ini adalah: “Ajarkan saya bukan untuk



Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain

Dale Carnegie


mengajukan, juga bukan untuk menerima pujian murahan.” Memang itulah sanjungan – yaitu pujian murahan. Saya pernah membaca satu definisi untuk sanjungan yang mungkin cukup berharga untuk diulang: “Sanjungan adalah menyampaikan kepada orang lain dengan persis apa yang dia pikirkan tentang dirinya sendiri.”

“Gunakan bahasa apapun yang ingin Anda pakai.” Kata Ralph Waldo Emerson, “anda tidak pernah mengatakan apapun selain tentang siapa diri Anda.”

Kalau apa yang harus kita lakukan hanyalah menyanjung, setiap orang akan memperoleh satu dan kita semuanya seharusnya menjadi ahli dalam hubungan manusia.

Ketika kita tidak sedang memikirkan masalah, biasanya kita menghabiskan sekitar 95 persen waktu kita untuk berpikir tentang diri kita. Sekarang, kalau kita berhenti berpikir tentang diri kita sebentar saja dan mulai memikirkan hal-hal baik dalam diri orang lain, kita tidak usah mengandalkan sanjungan yang begitu murah dan palsu sehingga kata-kata tersebut hampir sudah bisa dikenali sebelum keluar dari mulut.

Salah satu hal yang paling diabaikan dari keberadaan kita di dunia ini adalah penghargaan. Entah bagaimana kita menolak memberi penghargaan kepada anak kita tatkala dia membawa pulang rapotnya yang bagus, dan kita lalai untuk mendorong semangat anak-anak kita tatkala dia pertama sekali berhasil memanggang kue atau membuat kandang burung. Tak sesuatu pun yang lebih membahagiakan anak-anak daripada adanya minat orang tua seperti ini dan persetujuan mereka.

Lain waktu saat Anda menikmati sayatan daging mignon di restoran, sampaikan kata-kata pada kokinya bahwa makanan itu


Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain

Dale Carnegie


lezat sekali, dan tatkala seorang penjual yang letih bersikap amat sopan dan baik, cobalah memujinya.

Semua pendeta, penceramah, dan pembicara publik tahu rasa putus asa saat mereka bicara di depan publik dan tidak menerima satu pun komentar yang menghargai. Apa yang berlaku pada profesional juga berlaku pada para pekerja di kantor, di toko dan di pabrik, juga pada keluarga kita dan kawan-kawan. Dalam hubungan-hubungan antarmanusia, kita seharusnya tidak pernah melupakan bahwa semua rekan kita adalah manusia dan mereka lapar akan penghargaan. Ini merupakan tender sah yang semua jiwa menikmatinya.

Usahakan meninggalkan jejak ramah dari rasa penghargaan kecil dalam perjalanan Anda sehari hari. Anda akan tercengang melihat betapa semua itu akan semakin hangat dalam kunjungan Anda berikutnya.

Pamela Dunham dari New Fairfield, Connecticut, mempunyai satu tanggung jawab di antara tanggung jawab lainnya yaitu melakukan supervisi terhadap seorang pembersih kantor yang mengerjakan tugasnya dengan sangat buruk. Para pegawai lainnya akan mencemoohnya dan membuang sampah di lorong untuk menunjukkan kepadanya betapa buruknya hasil pekerjaannya. Sungguh buruk, waktu produktif menjadi hilang di toko itu.

Tanpa hasil, Pam berusaha dengan berbagai cara untuk memotivasi orang ini. Dia memperhatikan bahwa sekali-sekali orang itu melakukan pekerjaan dengan baik sekali. Pam memutuskan untuk memujinya atas pekerjaan ini di depan orang lain. Setiap hari pekerjaan yang dia lakukan semuanya menjadi lebih baik, dan dalam waktu cukup singkat dia mulai mengerjakan semua tugasnya secara efisien. Sekarang dia mengerjakan tugasnya



Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain

Dale Carnegie


dengan sangat baik dan orang lain memberinya penghargaan dan pengakuan. Penghargaan yang jujur membawa hasil sementara kritik dan cemoohan gagal mendapatkannya.

Menyakiti orang lain bukan hanya tidak akan mengubah orang itu, hal itu tidak pernah diperlukan. Ada satu pepatah lama yang sudah saya gunting dan saya tempel di cermin saya di mana sudah pasti saya akan melihatnya setiap hari:

“Saya akan melewati jalan ini hanya sekali; karenanya setiap perbuatan baik yang dapat saya lakukan atau kebaikan apapun yang dapat saya perlihatkan kepada siapa pun, biarlah saya melakukannya sekarang. Jangan biarkan saya menunda, juga jangan biarkan saya mengabaikannya, karena mungkin saya tidak akan melewati jalan itu lagi.”

Emerson berkata: “Setiap orang yang saya jumpai adalah lebih baik dari saya dalam hal tertentu. Dengan cara itu, saya belajar sesuatu darinya.”

Bila itu berlaku pada Emerson, bukankah serbu kali lebih berlaku pada Anda dan saya? Mari kita berhenti dari apa yang ingin kita capai, dari keinginan-keinginan kita. Mari kita coba menemukan hal-hal baik dalam diri orang lain. Kemudian lupakan tentang sanjungan. Berikan penghargaan yang jujur dan tulus. Jadilah “tulus beri penghargaan,” dan orang-orang akan mengingat kata-kata Anda, menghargainya dan mengulanginya sepanjang hidup – mengulangi kata-kata itu bertahun-tahun setelah Anda melupakannya.



Prinsip 2

Berikan penghargaan yang jujur dan tulus.


Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain - Bagian 1 - Bab 2"

Posting Komentar

Trims Atas Kunjungannya,
Silahkan Tinggalkan Jejak Anda Di Kolom Komentar Berikut Ini.